Thursday, 17 November 2016

5. PERIBAHASA INDONESIA-INGGRIS VOL 133-157

a.      #113. Asing maksud, asing sampai. 
          Tidak sesuai dengan yang diharapkan. 

#114. Atap rumbia perabung upih
           Barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk. 

#115. Aur ditanam, betung tumbuh 
           Mendapat untung (laba) yang banyak. 

#116. 
Seperti aur dengan rebung.
          Sangat karib tentang persahabatannya. 

#117. Seperti aur dengan tebing.
           Saling menolong, tunjang menunjang. 

#118. 
Awak yang payah membelah ruyung, orang lain mendapat sagunya.
           Kita yang bersusah payang, orang lain yang mendapat keuntungan.

#119. Awak yang tiada pandai menari, dikatakan lantai berjungkat.
          Untuk menutupi kesalahannya, dicari alasan pada orang lain. 

b.      #120. Ayam bertelur di atas padi.
           Hidup dalam kesenangan dan kemewahan. 

#121. 
Ayam bertelur di padi mati kelaparan.
           Selalu kekurangan meskipun berpenghasilan besar. 

#122. 
Ayam berkokok, hari siang.
           Sudah ada tanda yang pasti.

#123. 
Ayam ditambat disambar elang.
          Malang sekali, bernasib buruk. 

#124. Ayam beroga itu kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun, 
          ke hutan juga perginya.
          Betapapun senangnya dan bahagianya di perantauan, negeri asal kita tak 
          mudah dilupakan.  

#125. 
Ayam hitam terbang malam, hingga ke rimba dalam, bertali ijuk
          bertambang tanduk. 
          Sukar ketahuan (tentang perkara atau sebagainya).

#126. Ayam itik raja pada tempatnya.
           Setiap orang berkuasa di lingkungan atau tempatnya.

#127. Ayam putih terbang siang, hinggap di kayu merasi, bertali benang
          bertambah tulang. 
           Mudah ketahuan.

#128. Bagai ayam dimakan tungau.
           Tidak sehat badannya, lagi kurus dan pucat wajahnya. 

#129. Menerka ayam di dalam telur.
           Menentukan sesuatu yang mustahil ditentukan. 

#130. Seperti anak ayam kehilangan induk.
           Menderita kesusahan karena kehilangan pemimpinnya. 

#131. 
Seperti musang berbulu ayam. 
           Pura-pura berbuat baik untuk menyembunyikan kesalahannya.  
132.Babi merasa gulai
           Menyama-nyamai orang besar (kaya).

#133. Kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi. 
           Kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai.

#134.  Badak makan anak. 
            Ayah membuang anaknya karena takut akan binasa kebesarannya (pada raja-raja
           zaman dahulu).

#135. 
Seperti kulit badak.
           Tidak punya perasaan. 

#136. 
Badan dapat dimiliki, hati tak dapat dimiliki. 
           Orang yang selalu menuruti perintah, tapi dalam hatinya melawan. 

#137.  Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang juga. 
            Budi bahasa yang baik tidak mudah dilupakan orang. 

#138. Beroleh badar ditimbahkan.
           Mendpat keuntungan yang tida disangka-sangka. 

#139. 
Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri. 
           Kalau pandai mengatur, barang yang kurang baikpun menjadi bagus. 

#140.  Besar kayu besar bahannya. 
           Jika penghasilan besar, pengeluaran besar. 

#141. Bahasa menunjukan bangsa.
           Budi bahasa, perangai, dan tutur kata menunjukan sifat dan tabiat seseorang. 

#141.
 Memikul dibahu, menjunjung di kepala. 
           Mengerjakan sesuatu menurut aturan. 

#142. Tangan mencencang, bahu memikul.
          Siapa yang salah harus mendapat hukuman. 

#143. Bajak patah banting terambau.
           Menderita kecelakaan bertimpa-timpa. 

#144. Bajak selalu di tanah lembut.
           Orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah. 

#145. 
Bajak sudah terdorong ke bancah.
           Sudah terlanjur tidak dapat kembali. 

#146. 
Dahulu bajak daripada jawi.
           Sesuatu yang patut didahulukan, dikebelangkankan/Tidak menurut aturan biasanya.

#147. 
Baji dahan membelah dahan.
           Memboroskan harta tuannya.

#148. 
Bersua baji dengan matan, tahan baji oleh kelidai.
           Keras berani lawan keras berani pula. 

#149. 
Bagai memakai baju pinjaman.
           Tingkah laku yang dibuat-buat sehingga terlihat canggung. 

#150. 
Bagai melulus baju sempit, bagai terbuang ke sisiran. 
           Seseorang yang senang karena terlepas dari kesusahan. 

#151. Baju indah dari balai, tiba dirumah menyarungkan. 
           Hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi.  

#152. 
Jangan mengukur baju orang di badan sendiri. 
           Jangan mengukur orang lain dengan kejahatan dan kebaikan kita sendiri.

#153. Mencabik baju di dada. 
           Menceritakan aib sendiri kepada orang lain. 

#154. Mengukur baju di badan sendiri. 
          Menentuan baik dan buruk menurut perasaan sendiri. 

#155. Bakarlah air ambilah abunya. 
           Menghendaki sesuatu yang mustahil kita peroleh.

#157. Dibakar tak hangus, direndam tak basah.
           Sangat kikir, sangat kuasa. 

 TERJEMAHAN
# 113. Foreign intent, alien to.
          Not as expected.

# 114. Upih perabung thatched roof.
           Goods are well mixed with the bad stuff.

# 115. Aur planted, betung grow.
           A profit (profit) that much.

# 116. As aur with bamboo shoots.
          Very intimate about friendship.

# 117. As aur with cliffs.
           Mutual help, tunjang support.

# 118. The crew were crummy splitting ruyung, others got sagunya.
           We were bothered payang, others benefit.

# 119. The crew were not good at dancing, said berjungkat floor.
          To cover up his mistake, sought reasons in others.

c. # 120. Chickens lay eggs on top of rice.
           Live in ease and luxury.

# 121. In clover starve to death.
           Always shortage despite large income.

# 122. The rooster crows, midday.
           Already there is a definite sign.

# 123. Chicken hawk tethered struck.
          That's unfortunate, ill-fated.

# 124. Chicken Beroga that when fed on a gold plate though,
          also gone to the forest.
          No matter how nice and happy in the overseas, the first home we do not
          easily forgotten.

# 125. Black cock flying at night, down to the jungle in, roped fibers
          mined horn.
          It is hard to get caught (about the case or the like).

# 126. Poultry king in his place.
           Everyone in power in the neighborhood or place.

# 127. White chicken fly day, perched on a wooden merasi, laced thread
          increases bone.
           Easily caught.

# 128. Bagai eaten chicken mites.
           Not healthy body, more thin and pale face.

# 129. Guess the chicken in the egg.
           Determining something impossible determined.

# 130. As chicks lost parent.
           Suffer hardship due to loss of its leader.

# 131. As a wolf in the sheep's clothing.
           Ostensibly do well to hide their mistakes.
132.Babi feel goulash.
           Nyamai people behave-big (rich).

# 133. If sorok earlier than tokok, not dead pig.
           If mannerism or gabble precedence, the purpose will not be achieved.

# 134. Rhino eating children.
            Father dump him for fear of perishing greatness (the kings
           ancient time).

# 135. Such as rhino skin.
           Do not have feelings.

# 136. Agency can be held, the liver can not be owned.
           People who always obey orders, but in his heart against.

# 137. Shattered bodies in the bladder soil, good favor is remembered well.
            Budi good language is not easily forgotten.

# 138. Badar obtain ditimbahkan.
           Mendpat advantage tida unexpected.

# 139. If clever butter up, so badar mackerel.
           If good at organizing, goods less baikpun be nice.

# 140. Great big wooden material.
           If a substantial income, big spending.

# 141. Language shows the nation.
           Budi language, mannerisms, and speech indicates the nature and character of a person.

# 141. Dibahu bear, uphold in the head.
           Do things by the rules.

# 142. Chop hands, shoulders to bear.
          Who is at fault should be punished.

# 143. Terambau broken plow slam.
           Suffered an accident bertimpa-override.

# 144. Plow always in the soft ground.
           People who have always suffered from a weak one.

# 145. Plow had been pushed to bancah.
           Already can not return.

# 146. Formerly than ox plows.
           Something that should take precedence, dikebelangkankan / Not according to the usual rules.

# 147. Bough branches splitting wedge.
           Squandered his master.

# 148. Met with honor wedge, wedge hold by kelidai.
           Hard dare brave opponent loud anyway.

# 149. Like wearing a loan.
           Behavior made-up so that it looks awkward.

# 150. Bagai melulus narrow clothes, like wasted to strokes.
           Someone who is happy because in spite of distress.

# 151. Beautiful clothes from the hall, arriving home sheathed.
           The punishment has been decided and should not be compared again.

# 152. Do not measure the entity in its own clothes.
           Do not measure others with evil and goodness of our own.

# 153. Tearing the clothes in the chest.
           Telling disgrace himself to others.

# 154. Measure clothes on the body itself.
          Menentuan good and bad according to his own feelings.

# 155. Burn water pick up on the ashes.
           Desiring something impossible to obtain.

# 157. Burnt not charred, not soaked wet.
           Miser, very powerful.


No comments:

Post a Comment